Ternyata Ini Penyebab Mati Lampu di SULSELBAR

RUMAHPINTAR.ASIA - Hari ini wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Sulawesi Barat (Sulbar) gelap gulita karena jaringan listrik mati total. Terhitung sejak pukul 11.00 WITA, segala aktivitas yang mengandalkan listrik terhenti. Awalnya, masyarakat mengira pemadaman listrik ini hanya sebentar. Ternyata, durasinya sangat lama. Diperkirakan lampu kembali menyala setelah pukul 15.00 WITA untuk area Makassar dan pukul 20.00 WITA di daerah-daerah lainnya. Meski diketahui kemudian bahwa masih ada wilayah-wilayah lainnya yang masih padam saat berita ini dibuat.

Kabupaten Soppeng adalah salah satu wilayah yang juga terkena dampak pemadaman. Sontak saja, aktivitas menjadi lumpuh total seharian. Salah satu yang paling menyita perhatian masyarakat yaitu tidak terdengarnya lagi suara mengaji dan kumandang Adzan pada waktu shalat Dhuhur, Ashar, Magrib, dan Isya. Padahal, di hari biasa kota ini tidak pernah sepi dari panggilan suci melaksanakan shalat berjamaah di mesjid. Kemungkinan di kota-kota lain juga mengalami dampak ini.

Di kota Makassar sendiri, mati lampu mengakibatkan semakin semrawutnya lalu lintas. Kemacetan terjadi di beberapa tempat akibat tidak berfungsinya lampu lalu-lintas.

Penyebab Mati Lampu di SULSELBAR

Lalu apa penyebab pemadaman listrik atau mati lampu ini? Ternyata, melalui Fan Page (FP) PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat di Facebook, diperoleh informasi bahwa mati lampu ini disebabkan adanya gangguan transmisi.

Bob Saril selaku GM PT PLN Wilayah SULSELRABAR menegaskan bahwa telah terjadi gangguan transmisi pada jaringan Gardu Induk Jeneponto - Gardu Induk Punagaya. Melalui, halaman Facebook tersebut, Bob Saril menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut sekaligus memohon doa, dukungan, dan kesabaran masyarakat menantikan upaya penormalan yang sementara dilakukan. 
Ternyata Ini Penyebab Mati Lampu di SULSELBAR

Lagipula, kejadian blackout (mati lampu) ini juga bukanlah pemadaman yang disengaja, layaknya pemadaman bergilir yang biasanya diprogram dan direncanakan ke wilayah-wilayah tertentu. 

Mati lampu ini murni karena adanya gangguan transmisi dan di luar perkiraan PT PLN (Persero) wilayah SULSELRABAR. 

Sementara itu, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati menggunakan alat penerangan seperti lilin karena berpotensi menyebabkan kebakaran. 

Masih Ada Wilayah yang Padam

Melalui komentar para member di FP PT. PLN area SULSELRABAR diketahui bahwa masih ada beberapa wilayah yang masih mati lampu sejak berita ini dipublikasikan, seperti Pinrang, Jeneponto dan sekitarnya. Hal ini berarti, perbaikan dan pemulihan sistem kelistrikan dilakukan bertahap. 

Sepenggal Renungan 

Musibah mati lampu berjamaah yang menimpa wilayah SULSELBAR hampir dipastikan merugikan banyak pihak. Termasuk para pebisnis yang mengandalkan listrik. Mereka tidak bisa bekerja seperti biasanya. Begitupun sebagian kantor, tempat ibadah dan pusat layanan masyarakat, seperti Mesjid-Mesjid, Puskesmas dan Rumah Sakit yang belum dilengkapi genset.

Tidak terkecuali para masyarakat pengguna ponsel pintar. Selama durasi mati lampu terjadi, mereka mengeluh tidak bisa nge-cas. Para pelajar dan mahasiswa juga tidak bisa belajar apalagi mengerjakan tugas. Begitupun Ibu-ibu penikmat sinetron dan acara dangdut. Mati lampu mematikan aktivitas mereka.

Namun, di sisi lain ini adalah pelajaran berharga. Andai kita sedikit merenungi kenyataan. Masih ada beberapa tempat di SULSELBAR yang belum kebagian jaringan listrik. Mereka masih bergelut dengan gelap gulita di malam hari atau mengandalkan Genset untuk penerangan terbatas. 

Jadi, menyikapi kejadian ini, mestinya kita hadapi dengan kepala dingin dan berpikir positif. Pemerintah SULSELBAR tentu berupaya yang terbaik untuk seluruh warganya.

Harapan Masyarakat 

Mati lampu adalah salah satu ujian besar dan penghambat produktivitas di abad 21. Oleh karena itu, masalah ini perlu mendapatkan perhatian besar dari pemerintah. Apalagi masyarakat modern, termasuk sebagian besar masyarakat SULSELBAR dan sekitarnya kini sangat bergantung pada listrik. 

Oleh karena itu, masyarakat berharap agar pemerintah melalui PT PLN wilayah SULSELBAR bekerja maksimal untuk menjamin terpenuhinya pelayanan listrik terbaik di wilayah Sulawesi Selatan Barat dan sekitarnya. 

Dalam hal ini, masyarakat hanya bisa mendukung dengan doa dan semangat. Dengan harapan, semua pihak dapat merasakan kesejahteraan merata dan keadilan sosial di bumi Celebes.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ternyata Ini Penyebab Mati Lampu di SULSELBAR"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak sesuai norma-norma dan kebijakan dari Google