Menakar Peluang LAZADA di Pasar Indonesia

RUMAHPINTAR.ASIA - Jual beli online merupakan pasar menjanjikan di era digital seperti saat ini di Indonesia. Salah satu pendatang baru yang mulai melebarkan sayap yaitu Lazada - platform yang digawangi oleh Jack Ma, seorang pengusaha sukses asal negeri ginseng, China.

Bahkan kini, Lazada, salah satu platform e-commerce terbesar di Asia Tenggara, mengharapkan penjualan online di Indonesia mengalami salah satu tingkat pertumbuhan tertinggi dalam beberapa tahun ke depan karena tingkat penetrasi pengguna internet dan permintaan dari sejumlah besar pelanggan potensial yang tinggi di Nusantara.

"Pasar e-commerce China diperkirakan lebih cepat sekitar 15 sampai 20 tahun dari Indonesia, sehingga negara ini memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar," kata Duri Granziol, kepala eksekutif Lazada Indonesia.

Karena China memiliki "jalan dan jalan raya yang lebih baik", serta fasilitas infrastruktur lainnya dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, ekosistem e-commerce komprehensif serupa dengan yang ada di China baru saja mulai muncul di wilayah ini, kata Granziol.

Meskipun Asia Tenggara adalah pasar e-commerce terfragmentasi dengan nilai persentase aktivitas e-commerce yang masih rendah dibandingkan dengan total penjualan eceran, pertumbuhan konektivitas broadband dan seluler dikombinasikan dengan keterbukaan konsumen terhadap pembelian eceran secara online menunjukkan adanya potensi kesuksesan yang sangat besar.


Pemain utama di kawasan ini termasuk Lazada dan platform yang berbasis di Singapura, Shopee. Saat ini, memang keduanya telah bersaing ketat di pasar e-commerce. Meski di Indonesia sendiri, BukaLapak dan OLX telah lebih dulu melebarkan sayap

Pada 2016, Lazada melihat nilai barang dagangannya yang kotor mencapai 1,3 miliar dolar AS, yang sedikit lebih banyak dibandingkan Shopee yakni US $ 1,2 miliar, menurut Bloomberg.

"Lazada dan Shopee dapat terus berjuang untuk mendapatkan saham paling banyak di Indonesia, di mana mereka berdua memiliki kehadiran yang besar," Matthew Kanterman, seorang analis industri Bloomberg Intelligence yang menulis dalam catatannya baru-baru ini.

Didirikan pada tahun 2012, Lazada sekarang beroperasi di enam negara Asia Tenggara termasuk Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam dan Indonesia. Perusahaan baru-baru ini menerima dana tambahan sebesar US $ 1 miliar dari Alibaba Group di samping US $ 1 miliar yang diterima pada bulan April 2016, membuat titan e-commerce Cina menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan muda tersebut.

Investasi tersebut merupakan bagian penting dari rencana Alibaba untuk melibatkan pasar ritel Asia Tenggara yang berkembang pesat untuk bisa menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan.

Dengan demikian, Lazada dan Aliexpress, cabang Alibaba yang dikhususkan melayani pembeli internasionalnya, membantu perputaran kelompok Alibaba di luar negeri tumbuh 136 persen pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan 57 persen untuk pasar dalam negeri selama periode tersebut.

"Setidaknya ada 150 juta nasabah yang tinggal di dua atau tiga kota utama di Indonesia yang telah mengembangkan infrastruktur ritel, namun pelanggan ini masih memiliki banyak permintaan barang online," kata Granziol. "Dengan pertumbuhan PDB yang relatif cepat di negara ini dan konsumen yang cerdas teknologi dan canggih seperti di China, tingkat pertumbuhan e-commerce di Indonesia bisa meledak."

Saluran seleksi Taobao yang baru diluncurkan oleh Lazada di Indonesia merupakan alasan lain mengapa perusahaan tersebut percaya diri mengenai prospek pertumbuhannya.

"Kami memiliki tiga juta item dari Taobao yang akan langsung dipasarkan online, dan kami meningkatkan upaya kami untuk menambahkan lima tambahan untuk total delapan juta item Taobao," kata Granziol.

Semoga saja, kehadiran Alibaba di Indonesia berdampak positif juga terhadap Indonesia. Terutama, para pengusaha-pengusaha dari kalangan UKM. Dalam hal ini, para warganet mesti pandai-pandai dan lebih bijak memilih layanan jual beli online terbaik.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menakar Peluang LAZADA di Pasar Indonesia"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak sesuai norma-norma dan kebijakan dari Google