Keturunan Bugis Terluka Akibat Perkataan Mahattir Muhammad

RUMAHPINTAR.ASIA - Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat Selangor telah mengajukan sebuah laporan polisi kepada Tun Dr Mahathir Mohamad karena diduga mengadili orang Bugis dan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak saat 'Reli Anti-Kleptocracy' di Padang Timur, Petaling Jaya Sabtu lalu.

Ketua koalisi Nazilah Idris mengatakan pernyataan Dr Mahathir bahwa orang Bugis adalah bajak laut dan meminta mereka untuk kembali ke tempat asal mereka tidak pantas.

"Ini adalah sebuah penghinaan terhadap Perdana Menteri, institusi kerajaan dan bahkan Sultan Selangor dengan mengatakan bahwa orang Bugis adalah bajak laut. Ini adalah tindakan yang dikutuk dan tidak etis dari seorang mantan perdana menteri dan negarawan.

"Ini juga tidak adil bagi orang Melayu keturunan Bugis di Malaysia ketika Dr Mahathir mengatakan orang-orang yang telah menyimpang ke Malaysia untuk kembali ke Bugis. Sangat tidak sensitif dan menyakitkan untuk membicarakan akar dan keturunan seseorang terutama di Malaysia yang merupakan negara multiras.

"Kita harus menghormati agama dan budaya yang berbeda karena hal itu menjamin kemakmuran dan kesejahteraan Malaysia Saya mendesak polisi untuk menginvestigasi Dr Mahathir atas tindakannya yang dapat mengganggu kedamaian dan keharmonisan. Polisi seharusnya tidak berkompromi dengan mereka yang kurang ajar terhadap kepemimpinan negara tersebut dan Tidak melakukan apa-apa selain bermain politik kotor, "kata Nazilah hari ini.

Beliau ditemui oleh wartawan setelah membuat laporan polisi di markas polisi distrik Shah Alam.

Laporan serupa juga dilakukan di kantor polisi Kabupaten Petaling Jaya kemarin.

Dalam laporannya, Nazilah juga meminta polisi untuk menyelidiki tindakan beberapa orang yang telah menggunakan Jalur Gemilang sebagai tikar untuk diduduki saat demonstrasi ilegal tersebut.


Beliau meminta agar pihak oposisi menahan diri untuk tidak menuduh Umno mempekerjakan orang untuk melakukannya.

"Mereka harus menunjukkan bukti untuk mendukung klaim mereka, jika tidak, tetap fitnah ditujukan untuk menodai nama baik Umno," tambahnya.

Nazilah juga mengatakan bahwa penyelenggara demonstrasi tersebut, Pakatan Harapan, juga harus diselidiki karena telah mencemoohkan undang-undang tersebut dengan terus melakukan demonstrasi ilegal meski diingatkan oleh polisi.

Sementara itu, Kesatuan Asosiasi Bugis Rumpun Malaysia telah menuntut Tun Dr Mahathir Mohamad untuk mencabut pernyataannya yang diduga mengacu pada komunitas Bugis sebagai "bajak laut".

Deputi presiden asosiasi Tasman Matto mengatakan bahwa ketua Partai Adat Partai Adat Partai (PPBM) harus meminta maaf secara terbuka karena pernyataannya menyinggung perasaan.

"Kami kecewa karena Dr Mahathir memanggil kami bajak laut dan kami harus kembali ke Sulawesi.

"Kenapa kita harus kembali ke Sulawesi? Kami semua orang Malaysia.

"Bagaimana jika kita bertanya darimana asalnya? Dia seharusnya tidak memainkan kartu rasial dalam politiknya karena orang lain juga akan mengajukan pertanyaan tentang leluhurnya, "katanya kepada wartawan setelah melakukan demonstrasi di depan Prime Leadership Foundation, di sini hari ini.

Sudah diketahui secara luas bahwa keturunan ayah Dr Mahathir berasal dari negara bagian Kerala di India.

Sebelumnya, sekitar 200 keturunan Bugis secara nasional muncul untuk demonstrasi tersebut.

Kelompok tersebut meneriakkan "Bugis bukan bajak laut" dan "Mahathir nakal" (Mahathir telah pikun) sambil memegang plakat yang mendukung kepemimpinan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak.

Tasman menambahkan bahwa sebagai mantan pemimpin yang telah memimpin negara tersebut selama 22 tahun, Dr Mahathir harus menggambarkan sebuah contoh yang baik daripada menimbulkan ketidakharmonisan di antara masyarakat.

"Saat dia perdana menteri, dia tidak pernah menyebut orang Bugis sebagai bajak laut. Tapi mengapa sekarang dia membuat pernyataan provokatif semacam itu?

"Kami mendesaknya untuk mengambil kembali pernyataannya dan mengajukan permintaan maaf kepada masyarakat Bugis," katanya, menambahkan bahwa asosiasi tersebut juga berencana mengajukan laporan polisi kepada Dr Mahathir.

Dia mengatakan saat ini, asosiasi tersebut akan terus melakukan protes jika Dr Mahathir gagal untuk meminta maaf.

"Kami tidak akan menetapkan jangka waktu baginya untuk melakukannya. Kami akan memberinya waktu, "katanya, seraya menambahkan bahwa ada sekitar satu juta orang Bugis di Malaysia.

Ketika ditanya mengapa demonstrasi diadakan pada hari libur nasional, Tasman mengatakan ini untuk mempertimbangkan lalu lintas dan memastikan keamanan anggota asosiasi.

Pada tanggal 14 Oktober, Dr Mahathir telah mengatakan bahwa Malaysia dipimpin oleh seorang perdana menteri yang berasal dari bajak laut Bugis selama demonstrasi "Sayangi Malaysia, Clear Kleptokrasy" yang diselenggarakan oleh Pakatan Harapan.

Pernyataannya sejak itu memicu kemarahan di kalangan masyarakat Bugis.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keturunan Bugis Terluka Akibat Perkataan Mahattir Muhammad"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak sesuai norma-norma dan kebijakan dari Google