Ini Penyebab Kekalahan Timnas Garuda dari Cheko

RUMAHPINTAR.ASIA - Baru saja kalah 2:0 dari timnas Cheko U-21 dalam lanjutan Turnamen Toulon, penampilan timnas garuda U-19 asuhan Indra Safri tidak terlalu mengecewakan. Permainan mereka bisa digolongkan sebagai gaya sepak bola modern dimana proses membangun serangan berawal dari umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki, bukan dengan mengandalkan umpan jarak jauh terus menerus hingga mudah kehilangan bola, layaknya gaya permainan U-19 racikan pelatih lain di level yang sama.

Kekalahan tersebut juga bukanlah kekalahan yang memalukan. Timnas garuda U-19 bisa mengimbangi kematangan pemain-pemain Cheko yang notabene berusia lebih tua dan memiliki jam terbang lebih banyak. Anak-anak garuda muda pantas mendapat apresiasi dan dukungan.


Sejak awal pertandingan, timnas garuda U-19 sebenarnya punya banyak peluang emas di area gawang Cheko. Namun, tampaknya keberuntungan belum berpihak. Tendangan pemain Indonesia selalu saja lemah, mudah terbaca kiper lawan, atau melenceng dari gawang. 

Itulah yang menjadi penyebab kekalahan timnas Garuda muda dari Cheko - belum mampu mengkonversi peluang menjadi gol. Padahal, andai setiap peluang dapat berbuah gol, tidak menutup kemungkinan Indonesia menaklukkan Cheko di pertandingan tersebut.
 
Jika Indra Safri mampu memaksimalkan anak asuhnya di lini serang terutama saat berhadapan head to head dengan penjaga gawang lawan, maka tidak menutup kemungkinan garuda muda U-19 menang di pertandingan berikutnya. Hal inilah yang kelak mengantarkan garuda muda akan terbang tinggi dan berpeluang menjadi jawara baru di tingkat Asia Tenggara, Asia, hingga kasta dunia.

Kita realistis, tetapi fakta membuktikan, Indonesia juga bisa bersaing dan mengimbangi permainan olah bola tim-tim kuat. Kita tunggu saja, semoga garuda muda sukses mengharumkan nama Indonesia. Minimal dengan menjuarai piala AFF U-19 yang akan digelar September mendatang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Penyebab Kekalahan Timnas Garuda dari Cheko"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak sesuai norma-norma dan kebijakan dari Google

Note: only a member of this blog may post a comment.