Jika Kamu Pancasila, Dekaplah Indonesia dalam Pelukan Pancasila

RUMAHPINTAR.ASIA - Jika Kamu mengaku Pancasila, Ketuklah Hatimu Merangkul Indonesia dalam Dekapan Pancasila!  - Jika kamu mengaku Pancasila, Sudahkah engkau merenungkan sila-sila Pancasila? Di coretan sederhana ini, saya mengajak saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air untuk merenungkan makna Pancasila dan bagaimana kita seharusnya ber-Pancasila. Disampaikan dari hati nuraniku yang terdalam, kupersembahkan untuk Indonesiaku, bangsa dan negaraku, tumpah darahku, tanah kelahiranku, dan (mungkin) tempat liang lahatku, mari kita merenung bersama!

Sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa

Sudahkah kita benar-benar taat terhadap ajaran agama kita masing-masing? sudahkah kita menghargai penganut agama lain? masihkah kita mencoba-coba menafsirkan ajaran agama lain dari sudut pandang kita yang sudah pasti berbeda dan berpotensi menyinggung saudara-saudara sebangsa kita? Sudahkah kita saling mendukung untuk beribadah sesuai keyakinan kita masing-masing tanpa saling hujat dan membenci?

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab?

Sudah adil dan beradabkah dirimu dalam memanusiakan manusia yang lain? Sudahkah si kuat membantu yang lemah dan si pintar mengajar yang bodoh? Sudahkah yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda? Sudahkah kita belajar dan hidup damai dengan perilaku dan bahasa yang beradab serta tidak menyakiti hati saudara sebangsa kita?
 

Sila ketiga, Persatuan Indonesia

Sudah bulatkah tekadmu untuk benar-benar bersatu dan hidup dalam bangsa yang nyatanya penuh dengan perbedaan? Jika ya, masihkah dirimu memantik kebencian dan permusuhan di sosial media kepada saudara-saudara sebangsamu sendiri? Sudah berapa banyak solusi dan ide-ide pemersatu yang mempersatukan telah engkau sumbangkan untuk bangsa ini? atau Sudah berapa banyak kata-kata benci dan menyinggung yang belum engkau pertanggung-jawabkan?

Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Sudahkah dirimu menjadi rakyat yang menghargai pemimpin-pemimpinmu? termasuk pemuka-pemuka agamamu dan saudara-saudara sebangsamu

Begitupun pemimpin dan wakil-wakil rakyat, sudah merakyatkah kalian, sudah pro-rakyatkah kalian? sudah tidak membebani rakyatkah kalian? masih mendengar aspirasi rakyatkah kalian?

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sudah tegakkah keadilan sosial di negeri ini kepada seluruh rakyat Indonesia? Sudah sejahterakah bangsa ini di tengah-tengah kekayaan alamnya yang melimpah? Apakah sudah diperuntukkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat ataukah masih dinikmati sekelompok golongan tertentu saja? Apakah hukumnya telah benar-benar adil dan tegak, membenarkan yang benar, menyalahkan yang salah? Tidakkah lagi tajam ke bawah dan tumpul ke atas?

Tulisan ini semata-mata adalah renungan bagaimana kita seharusnya ber-Pancasila. Bangsa ini telah lelah jika anak-anak bangsanya hanya terhanyut mencari-cari perbedaan yang justru adalah jati diri kita sendiri sebagai bangsa ber-Bhinneka. Untuk benar-benar ber-Tunggal Ika, toleransi mari kita kedepankan. Toleransi adalah menyadari bahwa kita berbeda, saling merangkul dan hidup dalam perbedaan, mendahulukan dialog dan musyawarah jika ada masalah, bertenggang rasa tanpa sekat, merasa senasib sepenanggungan, berlomba-lomba memacu diri bekerja untuk bangsa di bidang masing-masing, damai dalam satu jiwa dan raga, tegak dan merdeka seutuhnya dalam dekapan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jika Kamu Pancasila, Dekaplah Indonesia dalam Pelukan Pancasila "

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak sesuai norma-norma dan kebijakan dari Google